Moto Gp 2025 Merusak Performa Bagnaia ? Ada Apakah? Pecco Sayangkan Dorna?

Bagnaia menjalani musim 2025 yang jauh dari ekspektasi. Meski demikian, di sesi kualifikasi seri Malaysia di Sepang International Circuit, ia berhasil meraih pole position setelah melalui Q1.
Pada Sprint Race, ia memenangkan balapan meski motor Ducati GP25-nya mengalami masalah teknis dalam bentuk perangkat “ride-height” belakang yang tidak berfungsi. Bagnaia sendiri menyebut bahwa dirinya sempat merasa “takut” karena sistem tersebut gagal sebelum akhirnya melihat waktu lap yang menunjukkan performa kompetitif.
Namun, di balapan utama Grand Prix Malaysia, mimpi podium terhenti akibat ban belakangnya bocor — yang kemudian dikonfirmasi oleh Michelin sebagai munculnya “lubang di tengah” ban, yang menyebabkan tekanan turun menjadi antara 0,6 hingga 0,7 bar.

Bagnaia memperlihatkan sikap yang kombinatif antara frustrasi dan optimisme. Ia menyatakan bahwa musim ini belum sesuai harapan, namun pengalamannya di Malaysia memberikan “jelas arah” yang lebih baik ke depan.
Di sisi lain, ia melayangkan kritik terhadap keputusan pihak penyelenggara MotoGP — Dorna Sports — yang merilis dokumenter mengenai rivalitas Valentino Rossi vs Marc Marquez di waktu yang menurutnya kurang tepat menjelang seri Malaysia.
Lebih jauh lagi, Bagnaia menegaskan bahwa kariernya bisa saja dimulai dan diakhiri bersama Ducati—meskipun performanya saat ini menimbulkan tanda tanya.
Pimpinan konstruktor Ducati, Gigi Dall’Igna, memberikan pernyataan bahwa “tetap berada di puncak bukanlah sebuah hal yang pasti,” mengingat persaingan di MotoGP yang semakin ketat.
Dalam kacamata teknis, Ducati menghadapi tantangan dengan motor GP25—termasuk kemungkinan adanya keinginan lain untuk menggunakan versi sebelumnya (GP24) atau variasi teknis tambahan, yang turut memberi tekanan kepada Bagnaia.
