DragbikeNasional

Jupiter 4T 130 TU TJS Kediri Tampil Maksimal di Dua Kelas Point Final Black Dragbike Sentul

4T 130 Tu Tjs Kediri

Performa impresif kembali ditunjukkan oleh TJS Kediri pada gelaran Final Black Dragbike Sentul 2026. Mengandalkan motor Jupiter 4T 130 TU, tim asal Kediri, Jawa Timur tersebut mampu tampil maksimal di dua kelas point yang diikuti.

Penampilan di seri final ini sekaligus menjadi pembuktian dari sejumlah perubahan riset yang dilakukan tim untuk mendapatkan karakter mesin yang lebih sesuai dengan kebutuhan lintasan Sentul. Tidak hanya mengandalkan setelan sebelumnya, TJS Kediri melakukan beberapa ubahan pada sektor mesin hingga sistem pembuangan demi mencari kombinasi performa yang lebih efektif.

Menurut mekanik Farid, riset kali ini cukup banyak berfokus pada karakter tenaga mesin, khususnya bagaimana memindahkan titik tenaga agar motor lebih responsif sejak awal berakselerasi.

“Untuk riset kali ini kita melakukan beberapa perubahan. Salah satunya di bagian noken as, durasinya kita besarkan. Kemudian kompresi juga kita turunkan,” jelas Farid.

Perubahan pada durasi noken as dilakukan untuk mencari karakter pembukaan klep yang lebih sesuai dengan kebutuhan mesin. Sementara penurunan kompresi menjadi salah satu langkah yang dilakukan tim untuk mendapatkan karakter pembakaran dan powerband yang lebih cocok dengan setup terbaru.

Tidak berhenti di sektor mesin, TJS Kediri juga mencoba pendekatan berbeda pada bagian rasio transmisi. Kali ini tim mencoba menggunakan rasio dengan model yang mengadopsi karakter rasio motor matic.

Eksperimen tersebut dilakukan untuk mendapatkan perpindahan tenaga yang lebih sesuai dengan karakter mesin Jupiter 130 TU. Harapannya, tenaga yang dihasilkan mesin bisa lebih cepat diteruskan ke roda belakang dan tetap efektif ketika motor mulai melaju di lintasan.

“Rasio kita coba model matic juga. Selain itu knalpot kita rubah. Sekarang modelnya agak dipanjangkan supaya pick power bisa bergeser ke bawah,” lanjut Farid.

Perubahan pada knalpot menjadi bagian penting dari riset TJS Kediri kali ini. Dengan membuat karakter knalpot sedikit lebih panjang, tim berusaha menggeser peak power atau titik tenaga maksimal ke putaran yang lebih rendah.

Karakter tersebut dinilai lebih sesuai untuk kebutuhan akselerasi awal. Dengan pick power yang berada lebih bawah, motor diharapkan dapat memberikan respons tenaga lebih cepat ketika throttle dibuka, terutama pada fase awal keluar dari garis start.

Kombinasi antara perubahan durasi noken as, penurunan kompresi, eksperimen rasio transmisi, serta revisi knalpot akhirnya menjadi paket riset yang dibawa TJS Kediri ke Final Black Dragbike Sentul.