DragbikeNasional

Bagaimana Nasib Dragbike ? Peserta Sepi , Kenapa ?

Nasib Ajang Dragbike Indonesia: Regulasi Bahan Bakar Masih Jadi Dilema, IMI Didorong Perjelas Aturan “ kalimat yang lagi hangat di ajang dragbike saat ini”.

Ajang dragbike Indonesia, yang pernah menjadi salah satu kompetisi balap paling diminati oleh para pegiat motor tanah air, kini kembali disorot. Bukan karena rekor baru atau meningkatnya jumlah peserta, tetapi karena menurunnya antusiasme yang mulai terasa dalam beberapa musim terakhir. Salah satu isu yang paling banyak dibicarakan para mekanik, tim, hingga penyelenggara adalah soal regulasi bahan bakar yang dinilai belum jelas dan kerap berubah–ubah.

Dalam dunia dragbike, bahan bakar bukan sekadar pelengkap, tetapi faktor teknis yang sangat menentukan performa mesin. Ketidakpastian aturan mengenai standar oktan, jenis bahan bakar balap yang diizinkan, hingga mekanisme pemeriksaannya dianggap menjadi “kambing hitam” dari sepinya sejumlah event dragbike belakangan ini. Banyak tim mengaku kesulitan beradaptasi ketika aturan tidak stabil, sementara mekanik juga merasa pekerjaan mereka menjadi serba tanggung karena tidak memiliki acuan teknis yang konsisten.

Beberapa penyelenggara event nasional maupun daerah juga mengeluhkan situasi ini. Mereka menilai polemik regulasi bahan bakar membuat sebagian tim memilih absen, ragu mengikuti seri, atau sekadar mencoba-coba tanpa target jelas. Hasilnya, atmosfer kompetisi yang sebelumnya panas dan kompetitif berubah menjadi datar, bahkan kurang bergairah.

Di tengah situasi tersebut, berbagai pegiat balap lurus menyerukan agar Ikatan Motor Indonesia (IMI) turun tangan lebih tegas. Dorongan agar IMI memperjelas dan menyusun ulang aturan bahan bakar menjadi semakin kuat. Para pelaku berharap adanya regulasi yang baku, stabil, dan berlaku nasional, sehingga semua tim dapat mempersiapkan motor dengan standar yang sama tanpa ada ruang interpretasi berbeda.

Kejelasan regulasi bukan hanya berdampak pada fairness, tetapi juga penting untuk menjaga keberlangsungan olahraga ini. Dragbike selama ini menjadi wadah bagi banyak talenta muda, mekanik lokal, hingga industri kecil-permesinan yang tumbuh dari kompetisi ini. Tanpa kepastian aturan, perkembangan tersebut dikhawatirkan terhambat.

Kini, para pembalap dan tim menunggu langkah konkret dari IMI. Jika regulasi bahan bakar dapat dipastikan secara menyeluruh—dari jenis yang diperbolehkan, metode scrut berkala, hingga sanksi yang transparan—besar harapan dragbike Indonesia kembali bangkit dan menjadi ajang yang bergairah seperti masa kejayaannya.