DragbikeNasional

Turun Kompresi Ikuti Regulasi BBM 2026, Herex Versa Sekar Anom Madura Madhe Garage Tembus 6,702 Detik di DB Blitar

Herex versa sekar anom dan yudies kurcaci

Herex Versa Sekar Anom besutan Madhe Garage kembali membuktikan daya saingnya di tengah perubahan regulasi. Tampil pada ajang DB Blitar, motor ini sukses mencatatkan waktu 6,706 detik dan keluar sebagai Juara 1, meski harus menyesuaikan diri dengan aturan BBM 2026 yang mewajibkan penggunaan Pertamax Turbo.

Menghadapi regulasi baru tersebut, Madhe Garage melakukan sejumlah penyesuaian teknis, terutama pada sektor mesin. Kompresi diturunkan dua poin menjadi 13,5/8, langkah yang berdampak langsung pada perubahan mapping CDIagar pembakaran tetap optimal dan aman.

Sekar Anom Group Madura

Tak hanya itu, setting karburator juga ikut direvisi untuk menyesuaikan karakter Pertamax Turbo yang berbeda dengan BBM bebas seperti avgas maupun VP yang digunakan pada musim sebelumnya.

“Untuk motor ini memang ada banyak penyesuaian setelah regulasi BBM 2026. Kompresi kita turunkan dua poin jadi 13,5/8 otomatis mapping CDI juga harus kita ubah. Karburator juga ikut disesuaikan dengan karakter Pertamax Turbo,” ujar Madhe, mekanik sekaligus owner Madhe Garage.

Menariknya, Madhe menegaskan bahwa konstruksi mesin utama masih menggunakan spek tahun lalu, saat regulasi BBM masih membebaskan penggunaan bahan bakar balap.

“Kalau spek lain seperti konstruksi mesin, masih sama seperti tahun lalu. Waktu itu masih bebas pakai avgas dan VP. Jadi perubahan fokus di kompresi, mapping CDI, dan setting karbu saja,” tambahnya.

Hasil penyesuaian tersebut terbukti efektif. Motor Herex Versa Sekar Anom yang ditunggangi Yudies ‘Kurcaci’, pembalap asal Lombok, mampu tampil konsisten hingga meraih Juara 1 dengan catatan waktu 6,706 detik.

Hasil kelas Sport 4T 300cc Non Dohc Mix Rider

Catatan tersebut dinilai istimewa karena setara dengan time terbaik saat masih menggunakan BBM bebas pada regulasi musim lalu, sekaligus menjadi bukti bahwa Madhe Garage berhasil beradaptasi cepat dengan perubahan aturan tanpa kehilangan performa di lintasan.