Test Mesin Cadangan Di Db Magetan , Ninja Gibran Drk Kudus Et 6.9 Detik Di Dua Kelas

Kembali tampil dominan di kelas ninja frame std, tim Gibran Racing bersama DRK Kudus sukses mengamankan podium juara saat tampil di event DB Magetan. Nama motor ini memang sedang jadi perhatian pecinta balap lurus tanah air, karena dalam beberapa event terakhir selalu tampil kompetitif dan langganan finis di barisan terdepan. Bahkan tercatat sudah tiga event terakhir motor ini masuk dalam liputan Maniak Racing berkat performanya yang konsisten.

Menariknya, pada event DB Magetan kali ini tim DRK Kudus justru tidak memakai mesin utama yang biasa digunakan sebelumnya. Mekanik muda asal Kudus tersebut mencoba turun dengan mesin cadangan atau spare engine yang memiliki karakter berbeda dari settingan motor saat tampil di Slawi. Meski hanya memakai mesin riset, duet Andre Bocil dan Ninja Gibran Racing tetap mampu tampil impresif hingga akhirnya kembali merebut podium 1.

Ada beberapa perubahan cukup signifikan pada spek mesin yang dipakai kali ini. Salah satunya terdapat pada rasio kompresi head yang naik menjadi angka 17. Settingan tersebut berbeda dari mesin sebelumnya yang dipakai di Slawi dengan kompresi di angka 16. Tidak hanya itu, sektor gear ratio juga ikut berubah. Jika sebelumnya menggunakan kombinasi gear 35-12, maka pada DB Magetan kali ini tim mencoba settingan 34-12 untuk mencari karakter akselerasi dan top speed yang lebih ideal.

Menurut mekanik DRK Kudus, perubahan ini memang sengaja dilakukan sebagai bagian dari riset dua mesin berbeda tanpa mengubah settingan utama yang sebelumnya sudah terbukti kompetitif. Dengan cara tersebut, data mesin utama tetap aman dan tim bisa mendapatkan referensi baru untuk pengembangan performa ke depan.

Hasilnya pun langsung terlihat di lintasan. Walau memakai mesin cadangan dengan karakter berbeda, performa Ninja Gibran Racing tetap ganas dan sukses membawa pulang podium juara. Motor ini ikut di dua kelas, juara 1 di kelas rookie pemula dan juara 6 di kelas mix open dengan catatan time yang bagus hanya kalah di reaction time .

Konsistensi ini semakin membuktikan bahwa racikan DRK Kudus memang sedang berada di performa terbaiknya di kelas ninja frame std.


